Pelatihan khusus ini untuk Tim Faskel Jatim 132 & 133 diikuti oleh peserta dari 19 desa dampingan yang terdiri dari 25 orang per desa. Dari 19 desa tersebut antara lain :
1. Desa Cangkring, L = 8 orang P = 5 orang,
2. Desa Keret, L = 9 orang P = 4 orang,
3. Desa Lemujut, L = 6 orang P = 7 orang,
4. Desa Krembung, L = 8 orang P = 5 orang,
5. Desa Tanjekwagir, L = 8 orang P = 5 orang,
6. Desa Mojoruntut, L = 9 orang P = 4 orang,
7. Desa Ploso, L = 9 orang P = 4 orang,
8. Desa Balonggarut, L = 9 orang P = 4 orang,
9. Desa Wonomlati, L = 9 orang P = 4 orang,
10. Desa Gading, L = 8 orang P = 5 orang,
11. Desa Kandangan, L = 8 orang P = 5 orang,
12. Desa Jenggot, L = 9 orang P = 4 orang,
13. Desa Waung, L = 9 orang P = 4 orang,
14. Desa Rejeni, L = 10 orang P = 3 orang,
15. Desa Tambakrejo, L = 9 orang P = 4 orang,
16. Desa Wangkal, L = 9 orang P = 4 orang,
17. Desa Keper, L = 9 orang P = 4 orang,
18. Desa Kedungsumur, L = 8 orang P = 5 orang,
19. Desa Kedungrawan, L = 9 orang P = 4 orang,
Kebutuhan konsumsi, akomodasi dan semua fasilitas peserta telah tersedia sebelum pelaksanaan pelatihan, sehingga tidak menggangu jalannya pelatihan. Peran serta dan keterlibatan peserta untuk aktif dalam kelas, cukup memuaskan sehingga proses transformasi pemahaman, ketrampilan dan pengetahuan dapat diterima dengan baik pula.
Pada saat Pelatihan khusus ini terdapat kerja sama yang baik antar pemandu, dalam melakukan fasilitasi termasuk dalam pengelolaan kelas, sehingga suasana belajar relatif kondusif, menarik dan menyenangkan. Keadaan tersebut merupan hasil koordinasi yang baik dari unsur Faskel dan unsur masyarakat, yang telah dapat megelola pelatihan dengan baik, sehingga jam belajar dapat dimanajemen sesuai dengan rencana sehingga tidak ada waktu yang tersia-sikan.
You Might Also Like :


