Latar Belakang PJM Pronangkis


13.21 |

Tahapan dalam pemberdayaan masyarakat adalah melakukan kajian potensi dan masalah baik ekonomi, sosial dan lingkungan. Proses kajian tersebut didalamnya terdapat serangkaian kegiatan yang pada akhirnya menghasilkan produk akhir proyek/program yang dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Proyek/program tersebut disusun dalam dokumen PJM PRONANGKIS, yang disusun sebagai bentuk nyata sebagai arah, strategi, pencapaian sumber daya secara efektif, efisien, berkeadilan dan berkelanjutan dan terciptanya sinergi dalam masyarakat dalam pembangunan.

Seiring dengan berjalannya waktu, maka PJM PRONANGKIS tersebut akan dievaluasi program masyarakat pada tahun-tahun yang berjalan, evaluasi terhadap ketepatan program apakah sesuai dengan kebutuhan yang sebelumnya sudah dipetakan dalam Pemetaan Swadaya, sehingga dengan evaluasi ini dapat diketahui seberapa besar jangkauan pelayanan kepada masyarakat miskin dari program yang sudah dilaksanakan dan seberapa besar dapat memberikan kontribusi terhadap penanggulangan kemiskinan.

Revisi yang dilakukan setiap tahun diperlukan untuk menjamin kualitas bahwa PJM PRONANGKIS Kelurahan/Desa yang disusun masyakarat (target & indikator kondisi lokal) dapat selaras dengan target Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals disingkat MDG’s) dan Indeks Pembangunan Manusia yang disingkat IPM (Human Development Index/HDI). Upaya tersebut merupakan peluang untuk mewujudkan sinergi program dengan rencana kegiatan penanggulangan kemiskinan di tingkat daerah maupun pusat menjadi lebih terbuka. Di samping itu, capaian terhadap kegiatan yang direncanakan dalam PJM PRONANGKIS menjadi lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan secara tepat.


You Might Also Like :